Pada tanggal 21 Januari 2025, Program Studi Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan lokakarya kurikulum secara hybrid. Acara ini berlangsung di Ruang Serba Guna Lantai 3 Gedung A dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, alumni, pengguna alumni, serta perwakilan dari Rumah Sakit Jejaring.
Lokakarya dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan berbasis hasil (Outcome-Based Curriculum) dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran.
Sesi pertama menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang menyampaikan materi-materi penting terkait pengembangan kurikulum:
-
Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si., M.T. dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro. Beliau membahas mengenai penyusunan Kurikulum Berbasis Hasil.
-
Prof. Dr. dr. Tri Nur Kristina, DMM, M.Kes. dari MEDU FK Undip. Beliau menyampaikan materi tentang Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) PPDS.
-
Dr. Umi Solekhah Intansari, dr, M.Kes., Sp.PK, Subsp.P.I. (K), Susbp.I.K. (K) dari Kolegium Patologi Klinik. Beliau membahas standar pendidikan profesi dokter spesialis Patologi Klinik Indonesia.
Sesi ini dipandu oleh moderator dr. Dwi Retnoningrum, SpPK(K) yang memastikan diskusi berjalan lancar dan interaktif.
Pada sesi kedua, Ketua Program Studi, Dr. dr. Nyoman Suci W, M.Kes., Sp.PK.(K), memaparkan rancangan kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru. Diskusi ini dimoderatori oleh Dr. dr. I Edward KSL, MM, MHKes, SpPK(K), MSi.Med.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memberikan masukan dan saran terkait kurikulum yang telah dipresentasikan. Partisipasi aktif dari peserta, termasuk dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya, menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang Patologi Klinik.
Lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih relevan dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, serta mendukung peningkatan kompetensi lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kesehatan.
Komentar Terbaru